Judul Resensi : Menggali Lebih Dalam
Dan Leluhur Jawa
Judul Buku : Makrifat
Jawa
Ajaran
Kesempurnaan Wali
Dan Leluhur
Jawa
No ISBN :
9786029431957
Penulis : Agus Wahyudi
Penerbit : Jogja Bangkit Publisher
Kota : Yogyakarta
Jumlah Halaman : 154 halaman
Berat Buku : 150 gr
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Non Fiksi
(Umum)
Harga Buku : Rp 34.425,00
2. Sinopsis
Agus Wahyudi, penulis kelahiran Yogyakarta tahun 1973 sudah menekuni
dunia tulis-menulis sejak tahun 2000. Tulisannya meliputi tema sesuai minat dan
dasar ilmu yang dipelajari, yakni Bahasa Arab, tasawuf Jawa, dan sastra budaya.
Di dalam buku ini, Agus Wahyudi menceritakan mengenai kelanjutan atau penyempurna
dari bukunya sebelumnya yang berjudul Makrifat
Jawa: Makna Hidup Sejati Syekh Siti Jenar dan Wali Songo. Ilmu makrifat
menjadi salah satu pegangan, pusaka rahasia bagi para wali di tanah Jawa. Tidak
sembarangan orang bisa mendapatkan wejangan ilmu makrifat. Di dalam konteks
tasawuf, makrifat berarti “tahu, paham, dan sadar tentang eksistensi keutuhan”.
Sebagai suatu jalan, buku ini menjadi sebuah sarana untuk mengantarkan
kita pada samudra makrifat menuju kesempurnaan. Makrifat kepada Allah akan
tercapai bila kita mampu mengungkap selubung eksistensi diri: berlatih
meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia dan selalu mengaktualkan nama-nama
Allah dalam setiap aktivas hidup. Orang yang sudah bermakrifat berarti tahu
tentang ilmu ketuhanan dan punya kesadaran dalam aplikasi (amaliyah) sehingga selalu merasa bersama Tuhan.
Buku
ini diambil dari ajaran wirid hidayat
jati yang diperkaya dengan sumber-sumber lain seperti Serat Dewaruci, Serat Cabolek, Serat Syaikh Siti Jenar, Serat Wedhatama,
serta sumber-sumber lain seperti Serat
Centhini. Penulis mencoba mengumpulkan ajaran para wali dan leluhur Jawa
untuk mengisi “ruang kosong” bagi sebagian kalangan.
3. Penilaian
a. Kekurangan
-
Terdapat
kata-kata yang sulit dipahami dan tidak ada penjelasannya.
“… jika dia sedang tenggelam dalam manekung
kepada Tuhan.” (Hal. 13)
Alangkah lebih baiknya apabila kata manekung
diberi penjelasan berbahasa Indonesia agar pembaca lebih mengerti arti kata
tersebut.
“… sikap kita terkontrol dengan baik tidak grusa-grusu”. (Hal. 22)
Alangkah lebih baiknya apabila kata grusa-grusu
diberi penjelasan berbahasa Indonesia agar pembaca lebih mengerti arti kata
tersebut.
-
Terdapat
penataan paragraf penjelasan yang kurang rapi.
Pada halaman 30, alangkah lebih baiknya apabila penulisan penjelasan
yang hurufnya bercetak kecil (“ 3. Firman Tuhan melalui sabda Nabi Muhammad
Saw, …”) bukan ditempatkan pada pertengahan Serat
Wedhatama, tetapi pada akhir Serat
Wedhatama.
b. Kelebihan
-
Banyak
terdapat kutipan-kutipan isi dari Serat
Dewaruci, Serat Cabolek, Serat Syaikh Siti Jenar, Serat Wedhatama. Dalam
penulisan kutipan tersebut menggunakan bahasa asli dari Serat yang ditulis,
akan tetapi dibawah kutipan tersebut diberikan keterangan berbahasa Indonesia
agar pembaca mudah memahami isi dari kutipan Serat yang ditulis. Selain itu,
penulis juga menyertakan sumber Serat tersebut agar dapat teruji kebenarannya.
-
Memberikan
gambaran penjelasan yang diambil dari kisah kehidupan sehari-hari yang dapat
memudahkan pembaca dalam memahami salah satu istilah yang tertulis. Contohnya
terdapat pada halaman 16 “Begitulah gambaran tarekat, sebuah jalan yang tidak
terlalu lebar, namun menawarkan kenyamanan karena jalan relative ‘sepi’
sehingga tidak macet”.
-
Memberikan
kolom pada contoh firman yang digunakan sebagai acuan penjelasan kalimat. Salah
satu contohnya terdapat pada halaman 20 “potongan QS Al-Hajj [22]: 37” . hal
tersebut dapat mempermudah pembaca dalam membedakan antara contoh firman dan
kalimat lainnya.
4. Kesimpulan
Dari resensi buku Makrifat Jawa Ajaran Kesempurnaan Wali Dan Leluhur
Jawa yang saya buat ini, buku ini sangat bermanfaat sekali bagi orang yang
ingin memahami makrifat menuju kesempurnaan yang diajarkan para wali dan
leluhur Jawa. Buku ini juga memberikan motivasi kepada kita untuk menjadi pribadi
yang lebih baik.
Created By :
Buku Makrifat Jawa Ajaran Kesempurnaan Wali Dan
Leluhur Jawa karya Agus Wahyudi.
Ditulis Oleh :
Gustiana Mardika Wati
Nim :18205241001
Fakultas :
Bahasa dan Seni
Prodi :
Pendidikan Bahasa Jawa (S1) 2018


Tidak ada komentar:
Posting Komentar