Kamis, 30 Agustus 2018

RESENSI BUKU MAKRIFAT JAWA AJARAN KESEMPURNAAN WALI DAN LELUHUR JAWA


1.     Deskripsi Buku


      Judul Resensi        : Menggali Lebih Dalam
  Ajaran Kesempurnaan Wali
  Dan Leluhur Jawa
Judul Buku            : Makrifat Jawa
  Ajaran Kesempurnaan Wali
  Dan Leluhur Jawa
No ISBN               : 9786029431957
Penulis                  : Agus Wahyudi
Penerbit                 : Jogja Bangkit Publisher
Kota                      : Yogyakarta
Tanggal Terbit      : Cetakan pertama, 2017
Jumlah Halaman   : 154 halaman
Berat Buku            : 150 gr
Jenis Cover           : Soft Cover
Kategori                : Non Fiksi (Umum)
Harga Buku           : Rp 34.425,00

2.     Sinopsis

Agus Wahyudi, penulis kelahiran Yogyakarta tahun 1973 sudah menekuni dunia tulis-menulis sejak tahun 2000. Tulisannya meliputi tema sesuai minat dan dasar ilmu yang dipelajari, yakni Bahasa Arab, tasawuf Jawa, dan sastra budaya. Di dalam buku ini, Agus Wahyudi menceritakan mengenai kelanjutan atau penyempurna dari bukunya sebelumnya yang berjudul Makrifat Jawa: Makna Hidup Sejati Syekh Siti Jenar dan Wali Songo. Ilmu makrifat menjadi salah satu pegangan, pusaka rahasia bagi para wali di tanah Jawa. Tidak sembarangan orang bisa mendapatkan wejangan ilmu makrifat. Di dalam konteks tasawuf, makrifat berarti “tahu, paham, dan sadar tentang eksistensi keutuhan”.

Sebagai suatu jalan, buku ini menjadi sebuah sarana untuk mengantarkan kita pada samudra makrifat menuju kesempurnaan. Makrifat kepada Allah akan tercapai bila kita mampu mengungkap selubung eksistensi diri: berlatih meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia dan selalu mengaktualkan nama-nama Allah dalam setiap aktivas hidup. Orang yang sudah bermakrifat berarti tahu tentang ilmu ketuhanan dan punya kesadaran dalam aplikasi (amaliyah) sehingga selalu merasa bersama Tuhan.

Buku ini diambil dari ajaran wirid hidayat jati yang diperkaya dengan sumber-sumber lain seperti Serat Dewaruci, Serat Cabolek, Serat Syaikh Siti Jenar, Serat Wedhatama, serta sumber-sumber lain seperti Serat Centhini. Penulis mencoba mengumpulkan ajaran para wali dan leluhur Jawa untuk mengisi “ruang kosong” bagi sebagian kalangan.

3.     Penilaian

a.     Kekurangan
-       Terdapat kata-kata yang sulit dipahami dan tidak ada penjelasannya.
“… jika dia sedang tenggelam dalam manekung kepada Tuhan.” (Hal. 13)
Alangkah lebih baiknya apabila kata manekung diberi penjelasan berbahasa Indonesia agar pembaca lebih mengerti arti kata tersebut.
“… sikap kita terkontrol dengan baik tidak grusa-grusu”. (Hal. 22)
Alangkah lebih baiknya apabila kata grusa-grusu diberi penjelasan berbahasa Indonesia agar pembaca lebih mengerti arti kata tersebut.
-       Terdapat penataan paragraf penjelasan yang kurang rapi.
Pada halaman 30, alangkah lebih baiknya apabila penulisan penjelasan yang hurufnya bercetak kecil (“ 3. Firman Tuhan melalui sabda Nabi Muhammad Saw, …”) bukan ditempatkan pada pertengahan Serat Wedhatama, tetapi pada akhir Serat Wedhatama.
b.     Kelebihan
-       Banyak terdapat kutipan-kutipan isi dari Serat Dewaruci, Serat Cabolek, Serat Syaikh Siti Jenar, Serat Wedhatama. Dalam penulisan kutipan tersebut menggunakan bahasa asli dari Serat yang ditulis, akan tetapi dibawah kutipan tersebut diberikan keterangan berbahasa Indonesia agar pembaca mudah memahami isi dari kutipan Serat yang ditulis. Selain itu, penulis juga menyertakan sumber Serat tersebut agar dapat teruji kebenarannya.
-       Memberikan gambaran penjelasan yang diambil dari kisah kehidupan sehari-hari yang dapat memudahkan pembaca dalam memahami salah satu istilah yang tertulis. Contohnya terdapat pada halaman 16 “Begitulah gambaran tarekat, sebuah jalan yang tidak terlalu lebar, namun menawarkan kenyamanan karena jalan relative ‘sepi’ sehingga tidak macet”.
-       Memberikan kolom pada contoh firman yang digunakan sebagai acuan penjelasan kalimat. Salah satu contohnya terdapat pada halaman 20 “potongan QS Al-Hajj [22]: 37” . hal tersebut dapat mempermudah pembaca dalam membedakan antara contoh firman dan kalimat lainnya.

4.     Kesimpulan

Dari resensi buku Makrifat Jawa Ajaran Kesempurnaan Wali Dan Leluhur Jawa yang saya buat ini, buku ini sangat bermanfaat sekali bagi orang yang ingin memahami makrifat menuju kesempurnaan yang diajarkan para wali dan leluhur Jawa. Buku ini juga memberikan motivasi kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Created By :

Buku Makrifat Jawa Ajaran Kesempurnaan Wali Dan Leluhur Jawa karya Agus Wahyudi.
Ditulis Oleh    : Gustiana Mardika Wati
Nim                 :18205241001
Fakultas          : Bahasa dan Seni
Prodi               : Pendidikan Bahasa Jawa (S1) 2018





Pedhalangan lakon Sri Mulih

Nalika Prabu Kresna, R. Samba, R. Setyaki, Patih Udawa lan R.Gatotkaca ngomongake babagan Kanjeng Eyang Sri Babu, dumadakan ana utusan teka...